Ketahui berapa penjualan minimum agar usaha waralaba tidak rugi, lalu hitung langsung dengan kalkulator di halaman ini.
Oleh Tim Redaksi Waralaba Sukses · Diperbarui Oktober 2026
Cara menghitung BEP waralaba adalah keterampilan dasar yang wajib dikuasai sebelum Anda membayar biaya apa pun kepada franchisor. Dengan BEP, Anda tahu berapa penjualan minimum per bulan agar usaha tidak merugi.
Banyak brosur waralaba hanya menonjolkan estimasi balik modal. Padahal, angka itu bergantung pada asumsi penjualan yang belum tentu tercapai. Karena itu, hitung sendiri BEP-nya dengan data yang realistis.
BEP atau titik impas adalah kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya. Di titik ini usaha tidak untung dan tidak rugi. Di bawahnya Anda merugi, sedangkan di atasnya Anda mulai untung.
Jangan tertukar dengan balik modal. BEP menunjukkan penjualan minimum per bulan agar operasional tidak rugi. Balik modal menunjukkan lama waktu hingga seluruh investasi awal kembali. Keduanya perlu dihitung.
Pisahkan biaya ke dalam tiga kelompok berikut agar hitungan tidak keliru.
| Jenis | Contoh | Sifat |
|---|---|---|
| Investasi awal | Franchise fee, peralatan, renovasi, stok awal, deposit sewa | Dibayar sekali. Dipakai untuk menghitung balik modal |
| Biaya tetap | Sewa tempat, gaji karyawan, listrik dan internet, iuran pemasaran tetap | Sama setiap bulan, berapa pun penjualannya |
| Biaya variabel | Bahan baku, kemasan, komisi, royalti berupa persentase penjualan | Naik-turun mengikuti jumlah penjualan |
Tanyakan kepada franchisor apakah royalti berupa persentase omzet atau nominal tetap, karena ini menentukan cara memasukkannya.
Berikut rumus yang dipakai pada kalkulator di bawah.
Jika royalti berupa persentase, tambahkan ke biaya variabel: harga jual × persentase royalti.
Misalkan Anda membuka kedai minuman waralaba. Angka berikut hanya ilustrasi, bukan data brand tertentu.
| Harga jual per porsi | Rp15.000 |
| Bahan dan kemasan per porsi | Rp6.000 |
| Royalti 5% dari penjualan | Rp750 |
| Biaya variabel total per porsi | Rp6.750 |
| Biaya tetap per bulan (sewa Rp3 juta, gaji Rp5 juta, listrik dan lainnya Rp2 juta) | Rp10.000.000 |
| Total investasi awal | Rp100.000.000 |
Pelajaran penting: penjualan turun 25% (dari 2.000 ke 1.500 porsi) membuat balik modal melonjak dari sekitar 15 bulan menjadi sekitar 42 bulan. Karena itu, selalu hitung skenario yang hati-hati.
Masukkan angka usaha Anda. Hasil muncul otomatis. Anda bisa mengetik 15rb, 10 juta, atau 10.000.000.
Bahan baku, kemasan, dan sejenisnya.
Kosongkan jika tidak ada.
Sewa, gaji, listrik, dan lainnya.
Baca juga: Cara Memilih Waralaba yang Tepat untuk Pemula dan Cara Cek STPW Waralaba.
BEP adalah penjualan minimum per bulan agar usaha tidak rugi. Balik modal adalah lama waktu hingga seluruh investasi awal kembali. Keduanya perlu dihitung.
Tergantung perjanjian. Royalti berupa persentase dari penjualan masuk biaya variabel. Royalti berupa nominal tetap setiap bulan masuk biaya tetap.
Tidak ada angka baku. Waktunya bergantung pada bidang usaha, lokasi, dan besar investasi. Hitung sendiri dengan skenario konservatif, lalu bandingkan dengan gerai yang sudah berjalan.
Kalkulator memberi estimasi dari angka yang Anda masukkan. Hasilnya hanya sebaik asumsi Anda, dan bukan nasihat keuangan.
Cara menghitung BEP waralaba dimulai dari memisahkan biaya tetap dan variabel, lalu menghitung margin per unit. Setelah itu, bandingkan BEP dengan perkiraan penjualan yang realistis dan hitung lama balik modalnya. Dengan begitu, keputusan membeli waralaba didasarkan pada angka, bukan sekadar janji.
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum atau keuangan. Hasil kalkulator hanyalah estimasi dari angka yang Anda masukkan.

